Manusia saling berbeda pendapat tentang hal ini. Segolongan diantaranya meraka berpendapat bahwa yang mati adalah roh. Ia merasakan mati karena ia jiwa, dan setiap jiwa akan mati. Menurut mereka ada beberapa dali yang menunjukkan bahwa tidak ada yang kekal selain allah semata. Firman-Nya,
“Dan, tetap kekal Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan” (Ar-Rahman:27).
“Tiap-tiap sesuatu pasti binasa kecuali Wajah Allah” (Al-Qashash:88).
Masih menurut mereka, jika para malaikat pun mati, maka jiwa manusia lebiih layak untuk mati. Allah juga telah berfirman tentang para penghuni neraka, yang berkata,
“Wahai Rabb kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula)” (Al-Mukmin:11).
Sementara golongan lain berpendapat, bahwa roh itu tidak mati, karena ia diciptakan agar kekal. Yang mati adalah badan. Menurut mereka, banyak hadits yang menunjukan kenikmatan dan siksaan yang dirasaka roh setelah ia pisah dari badan, hingga Allah mengembalikan lagi ke badannya. Sekiranya roh itu mati, tentu tidak akan meraakan kenikmatan dan siksaan. Allah berfirman,
“janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup disisi rabbnya dengan mendapat rezki, mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan ereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang.” (Ali Imran:169-170).
Pendapat yang benar, kematian jiwa adalah terpisahnya jiwa itu dari badan dan keluarnya dari sana . Jika yang dimaksud kematiannya dengan gambaran seperti ini, maka memang ia bias mati. Tapi jika yang dimaksudkan bahwa jiwa itu hilang dan lenyap sama sekali, maka ia tidak mati dengan gambaran ini, tetapi ia tetap kekal dalam kenikmatan atau sisanya.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar