Nafsu yang diperkenankan oleh hukum masyarakat dinamai nafsu social, nafsu yang melanggar patokan agama, hukum Negara dsb dinamai nafsu asocial.
Menahan nafsu ialah menimbun tenaga, sedangkan melepaskan nafsu ialah menghambur-hamburkan tenaga, karena amal perbuatan yang terdorong oleh hawa nafsu memerlukan lebih banyak tenaga dari pada amal perbuatan yang baik dan saleh.
Didalam perjuangan hawa nafsu, manusia terbagi didalam tiga golongan:
- Golongan pertama ialah golongan yang kalah oleh hawa nafsudirinya sendiri, sampai ditawan, diperbudak, dan bahkan hawa nafsunya sendiri itu dijadikan tuhannya.
- Golongan kedua ialah golongan yang berganti-ganti kalah dan menang, jatuh dan berdiri didalam peperangan melawan hawa nafsu. Golongan inilah yang patut disebuat mujahid, yang kalau dia mati didalam perjuangan itu matinya ialah mati sahid. Karena orang yang mati sahid itu bukanlah orang yang mati dalam peperangan dengan musuh lahir saja, tetapi dengan musuh hawa nafsu itulah yang besar.
- Golongan yang ketiga ialah orang-orang yang dapat mengalahkan hawanya, sehingga dia yang memerintah hawanya, bukan hawa yang memerintahkan dirinya, dialah raja, dialah yang kuasa, dia merdeka karena tidak terpengaruh oleh hawa nafsunya.
Rasulullah bersabda: “Tidak seorang pun diantara kita yang tidak bersetan, saya sendiripun ada juga bersetan, tapi sesungguhnya allah telah menolong saya menghadapi setan itu, sehingga dia saya kalahkan”.
Jadi kita harus bias mengalahkan hawa nafsu agar kita bias merdeka, dan jangan mau diperbudak oleh hawa nafsu.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar